UNAR

Pembukaan Unar ditandai dengan penyerahan soal ujian oleh kepala balai Drs Distiawan Dwi Rumboko Kepada Kasie SARPEL ABD. Salam disaksikan oleh perwakilan Pengurus ORARI

Sarana dan Pelayanan

Loket sarana dan pelayanan dalam rangka meningkatkan pelayanan perizinan

Baruga Postel Anging Mammiri

Baruga Postel Anging Mammiri Balai Monitor SFR Kelas I Makassar

Kunjungan Kerja

Gowa (26 April 2018) - Kepala Balai Monitor Kelas I Makassar Drs. Distiawan Dwi Rumboko menerima Kunjungan kerja rombongan KEMENKO POLHUKAM dalam rangka Peran Balmon KLS I Makassar dalam menjaga keamanan Negara khususnya dalam bidang frekuensi di wilayah Sulawesi Selatan melalui uji perangkat Stasiun Monitoring Frekuensi Radio (SMFR).

Observasi dan Monitoring

Srikandi Balmon Makassar Melaksanakan Observasi dan Monitoring Kepadatan Pengguna Spektrum Frekuensi Radio

SUKSESKAN ASEAN GAMES 2018 JAKARTA - PALEMBANG ENERGY OF ASIA ×
Tampilkan postingan dengan label Bimtek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bimtek. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Agustus 2018

Menelisik Penyelenggaraan Jaringan Satelite

Menelisik Penyelenggaraan Jaringan Satelite
Makassar, 3 - 4 Agustus 2018


C:\Users\PC USER\Downloads\20180804_195320.jpg
C:\Users\PC USER\Downloads\20180803_160655 (1).jpg
Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai penyelenggaraan telekomunikasi yang berbasis teknologi satelit, telah dilaksanakan pembahasan dan kegiatan dalam bentuk bimbingan teknis (bimtek) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Ditjen PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kegiatan bimtek yang diadakan di Kota Anging Mammiri ini diikuti oleh pejabat dan staf Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Makassar (Balmon Makassar), staf dan pejabat Direktorat Telekomunikasi Ditjen PPI, dan penyelenggara satelit PT Pasifik Satelit Nusantara (PT. PSN).
C:\Users\PC USER\Downloads\20180804_195650.jpg
C:\Users\PC USER\Downloads\20180803_095557 (3).jpg
Pada kegiatan tersebut, didatangkan 2 (dua) orang nara sumber dari PSN yang membahas topik yang berbeda  dengan dipandu oleh Muhammad Ridwan Rauf dari Direktorat Telekomunikasi. Nara sumber pertama adalah Muhammad Nurhalis menjabat Head of Performance Depatement PT. PSN, yang pada sesi I membahas materi berjudul Sistem Telekomunikasi Satelit Ground Station. Sedangkan pada sesi II, Genis Artiktya yang merupakan Head of BUS and TTC Engineering Departement PT. PSN menyampaikan paparan berjudul Dinamika Sistem Komunikasi Satelit.
C:\Users\PC USER\Downloads\20180804_200011 (1).jpg
C:\Users\PC USER\Downloads\20180803_095856.jpg
Pembahas sesi I memaparkan perihal satelit yang merupakan sistem komunikasi yang berfungsi merubah sinyal informasi (baseband) menjadi sinyal radio frekuensi yang dipancarkan ke satelit, atau menerima sinyal radio frekuensi dari satelit dan merubahnya menjadi sinyal informasi. Secara teknis operasional, keberadaan suatu satelit berfungsi beroperasi dengan dua cara, yaitu uplink (outbound) yang befungsi mengarahkan sinyal dari stasiun bumi ke satelit; dan downlink (inbound) yang mengarahkan sinyal dari satelit ke stasiun bumi.
C:\Users\PC USER\Downloads\20180804_203158.jpg
C:\Users\PC USER\Downloads\20180803_095615.jpg
Secara fungsional, ground station sistem telekomunikasi berbasis satelit hanya dapat beroperasi sebatas memancarkan (transmit) sinyal atau hanya menerima (receive) sinyal informasi, dan bisa juga memancarkan sinyal sekaligus menerima sinyal informasi. Sementara secara konfiguratif, pancaran atau transmisi satelit dapat berbentuk poin to point dengan dengan SCPC (single carrier per channel) atau MCPC (multi carrier per channel). Pada umumnya, ground station berfungsi mengendalikan satelit atau TT&C (telemetry tracking and command) dari ground station. Selain itu, gorund station juga berfungsi memberikan jasa layanan telekomunikasi yang berbasis satelit (traffic).
C:\Users\PC USER\Downloads\20180804_201033.jpg
C:\Users\PC USER\Downloads\20180803_095552.jpg
Selanjutnya pada sesi II, dipaparkan mengenai pilar utama dalam bisnis satelit yang terdiri dari ketersediaan spektrum frekuensi atau filing satelit, infrastruktur angkasa (kepemilikan spacecraft), ground station, serta layanan dan solusi. Di sesi ini dibahas pula proses bisnis satelit yang mencakup kepemilikan slot orbit dan spektrum frekuensi, meliputi kegiatan pendaftaran filing ke ITU (International Telecommunication Union) dan koordinasi antar administrasi (negara); pengumpulan dana untuk proses pembuatan satelit roket/kendaraan peluncurnya yang mencakup pembuatan model bisnis baru atau ekspansi bisnis; serta perangcangan, procurement, peluncuran, dan layanan yang disediakan.
C:\Users\PC USER\Downloads\20180804_200234.jpg
C:\Users\PC USER\Downloads\20180803_141549 (1).jpg
Selain itu, pada sesi II ini nara sumber menjelaskan mengenai economic model bisnis satelit yang berkaitan kemampuan produksi (umur satelit, ketersediaan kapasitas, transponder atau bandwith); serta perolehan keuntungan yang mencakup masalah sewa transponder (MHz), managed capacity (Mbps), dan managed services (backbone). Juga dibahas tentang siklus bisnis dan elemen vital sistem komunikasi satelit (Siskomsat), anatomi satelit, tantangan bisnis satelit, satellite procurement dan program management. Pun, dijelaskan perihal filosofi satelit, dimana dalam konteks spaceflight merupakan objek buatan manusia --pertama kali digagas oleh William Leitch-- yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu.
C:\Users\PC USER\Downloads\20180804_200343 (1).jpg
C:\Users\PC USER\Downloads\20180803_113437.jpg
Tak ketinggalan pula dipaparkan perihal teknologi dan desain satelit di masa depan yang memiliki kelebihan dalam hal active array antenna, electric propulsion,  digital channelizer, multy beam, frequency reuse, hight throughput satellite, serta kemampuan robotic dan servicing mission. Singkatnya, dengan berbagai kelebihan tersebut teknologi dan desain satelit ke depannya mempunyai kemampuan beamforming yang dapat memaksimalkan beman di wilayah tertentu, efficient ISP (impulse thruster), mereduksi jumlah satelit yang diluncurkan, masa aktif (lifetime) satelit lebih lama, open architecture untuk interkonektifitas, fleksibel dalam hal kapasitas, cakupan dan layanan, installation of attachable payloads, dan bahan bakar satelit dapat diisi ulang (refuelling).


Sumber/foto: Abdul Salam

Selasa, 31 Juli 2018

Memacu Kerjasama Keprotokoleran Pusat dan Daerah Lewat Koordinasi Praktik dan Lapangan

Memacu kerjasama Keprotokoleran Pusat dan Daerah
Lewat Koordinasi Praktik dan Lapangan
Bogor, 27 – 29 Juli 2018

C:\Users\PC USER\Downloads\20180728_105642.jpg
Keberhasilan suatu kegiatan yang diselenggarakan oleh suatu organisasi atau institusi pemerintah pusat maupun daerah salah satunya sangat ditentukan oleh kemampuan organisasi atau institusi tersebut dalam melaksanakan aktifitas keprotokelaran dengan benar dan profesional. Secara praktis, aktifitas keprotokelaran merupakan kegiatan yang berkaitan dengan aturan dan tata cara dalam penyelenggaraan acara kenegaraan atau acara resmi, sebagaimana telah diatur secara tegas dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2018 tentang Keprotokoleran.
C:\Users\PC USER\Downloads\20180727_143009.jpg
C:\Users\PC USER\Downloads\20180727_144129.jpg
Alasan yang mendasari pentingnya peranan protokoler dalam acara kenegaraan atau acara resmi adalah karena secara fungsional keberhasilan melaksanakan kegiatan keprotokoleran berdampak memberikan citra awal yang positif kepada instansi atau lembaga pemerintah tersebut. Oleh karena itu, diperlukan praktek lapangan dan koordinasi keprotokoleran antara petugas pelaksana protokol dari instansi/lembaga pemerintah baik yang berada di pusat maupun  di daerah. Hal ini dimaksudkan agar petugas protokol dapat menjalankan tata cara kegiatan yang bersifat keprotokoleran secara benar dan efektif guna mewujudkan citra yang diharapkan.
C:\Users\PC USER\Downloads\20180727_180211.jpg
C:\Users\PC USER\Downloads\20180727_180053.jpg
Sehubungan dengan maksud tersebut di atas, Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Setjen Kemkominfo) telah menyelenggarakan kegiatan keprotokoleran yang bertema “Peningkatan Hubungan Kerjasama Petugas Protokol Pusat dan Daerah”. Kegiatan tersebut diikuti oleh sekita 100 orang protokol dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berasal dari perwakilan 6 (enam) Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) --termasuk Balmon Makassar-- Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI), 34 protokol pemerintah provinsi, dan 33 dinas Kominfo dari pemerintah provinsi, serta Biro Umum Setjen Kemenkominfo.
C:\Users\PC USER\Downloads\20180727_195511.jpg
C:\Users\PC USER\Downloads\20180728_102844 (1).jpg
Dalam sambutan tertulis Kepala Biro Umum yang dibacakan oleh Henock Purwanto, Kepala Bagian Tata Usaha (TU) Setjen Kemkominfo, disampaikan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada para peserta mengenai seluk-beluk dan pentingnya peranan keprotokoleran dalam mewujudkan citra positif dan menyukseskan penyelengaraan kegiatan yang dilakukan oleh suatu instansi/lembaga pemerintah. Selain itu, juga bertujuan mempererat dan meningkatkan kerjasama antara petugas protokol yang bertugas pada instansi pemerintah pusat maupun daerah.
Tata Tertib Berkunjung Ke Istana Tampaksiring
Setelah penyampaian sambutan, acara sesi pertama diisi dengan pemaparan tentang manajemen keprotokoleran yang disampaikan oleh Agus Purwanto dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menurut Agus, manajemen keprotokoleran pada intinya mencakup kegiatan yang berkaitan dengan tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan kepada pejabat atau sesorang yang merupakan pejabat negara, pejabat pemerintah, perwakilan negara asing, dan tokoh masyarakat tertentu. Kemampuan protokol mengatur dan melaksanakan dengan baik ketiga kegiatan tersebut, sangat menentukan keberhasilan suatu acara kenegaraan atau acara yang bersifat resmi.
C:\Users\PC USER\Downloads\20180728_105220 (1).jpg
Selanjutnya pada sesi kedua, acara berupa penyampaian paparan berjudul Pengembangan Kepribadian serta Etiket Pergaulan Internasional yang disampaikan oleh Chandra Gandasubrata dari Kementerian Luar Negeri. Keberhasilan seorang protokol ditunjang oleh sikap dan kepribadiannya yang menarik, sopan dan hormat kepada orang lain, serta beretika dalam berperilaku, berbicara, berbusana, dan berkenalan dengan orang lain (pejabat). Karena itu, seorang protokol harus memiliki percaya diri yang kuat (self confidence) dan berbahasa tubuh (body language) yang baik sehingga dapat dipahami dan diterima oleh orang lain. Selain itu, seorang protokol juga harus dapat mengontrol kemarahan dan tidak cepat puas, berpengetahuan, sopan, ramah, perhatian, toleran, serta senantiasa sabar dan tidak terpancing oleh kekasaran orang lain.
C:\Users\PC USER\Downloads\20180728_103438.jpg
C:\Users\PC USER\Downloads\20180728_104700.jpg
Di hari terakhir, para peserta dibawah berkunjung ke Istana Kepresidenan Tampaksiring yang merupakan salah satu bagian dari kegiatan praktik keprotokoleran. Dalam acara ini peserta diajak berkeliling oleh seorang pemandu yang sudah mengenal seluk beluk keberadaan Istana Tampaksiring. Sambil berkeliling dari satu gedung atau lokasi ke gedung atau lokasi lainnya, pemandu tersebut menjelaskan mengenai sejarah berdirinya gedung, pembuatan taman-taman bunga, patung, serta berbagai jenis tanaman dan tumbuh-tumbuhan (termasuk puluhan ekor rusa tutul) yang hidup dan terdapat di dalam Istana Tampaksiring yang ditata dengan apik dan asri sehingga elok dipandang mata.

(Sumber/Foto : Abd. Salam)

Rabu, 02 Mei 2018

Bimbingan Teknis (BIMTEK) UNAR Pertama Berbasis E-Licensing

Makassar (SDPPI) - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen SDPPI di Sulawesi Selatan (Balmon Kelas I Makassar) sedang bersiap untuk menggelar Ujian Negara Amatir Radio (UNAR) pertamanya yang berbasis sistem perizinan daring Ditjen SDPPI (e-Licensing), yang rencananya dilangsungkan pada 24-25 Maret 2018.
Guna menyukseskan UNAR yang bakal digelar di Kabupaten Bulukumba itu, Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Makassar pada Kamis (8/3) menggelar bimbingan teknis mengenai proses UNAR berbasis e-Licensing.
Bimtek pertama Balmon Makassar ditahun 2018 ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai proses dan tata cara UNAR berbasis e-Licensing, mengingat ini merupakan yang pertama karena sebelumnya masih menggunakan sistem konvensional (off-line).
Melalui bimbingan ini kepada para calon peserta UNAR diberikan panduan teknis mulai dari cara memasukkan (input) data pribadi hingga data-data lain—persyaratan UNAR--secara elektronik. Bimbingan tata cara input data ini dipandu oleh pejabat fungsional dari Direktorat Pengendalian SDPPI.
Plt Direktur Pengendalian Nurhaedah, ketika membuka bimtek, dalam sambutannya mengatakan bahwa UNAR berbasis e-Licensing ini merupakan bentuk perubahan paradigma dan komitmen pemerintah untuk memberikan pelayanan mudah, cepat, dan transparan.
Kemudahan itu juga bagian dari mendorong terwujudnya ketertiban dalam penggunaan sumber daya spektrum frekuensi radio, khususnya dikalangan pengguna amatir radio.


Menurut Nurhaedah, secara teknis operasional mekanisme UNAR e-Licensing merupakan otomasi setiap proses perizinan, selain manfaat penghematan dalam penggunaan kertas (paperless) dan keintegrasian dengan sistem pembayaran bank secara host to host (H2H).
Dengan demikian penyelenggaraan UNAR e-Licensing akan memudahkan para pemangku kepentingan (stakeholder), khususnya Ditjen SDPPI selaku regulator, Organisasi Amatir Radio Indonesia, juga peserta UNAR itu sendiri.
Selain memberikan bimbingan teknis mengenai proses UNAR via e-Licensing, peserta bimtek juga mendapatkan penjelasan seputar dasar hukum pelaksanaan UNAR e-Licensing, yakni Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Nomor 33/PER/M.KOMINFO/08/2009 Tentang Penyelenggaraan Amatir Radio.
UNAR berbasis e-Licensing pada pekan terakhir Maret nanti akan diikuti peserta dari ORARI Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, ORARI lokal Bulukumba, dan beberapa ORARI lokal lainnya di wilayah Sumsel.
Sebelum bimtek ditutup dengan sesi foto bersama, Nurhaedah berpesan agar peserta mempelajari semua materi bimtek agar pelaksanaan UNAR berjalan lancar serta sukses, dan bila ada hal yang belum dipahami, peserta bisa menghubungi Balmon Kelas I Makassar.
Sumber/foto : Abd Salam

Source : http://postel.go.id/berita-upt-makassar-siapkan-unar-pertama-berbasis-e-licensing-27-3447